Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda menerima hamba,
orang buta, dan anak-anak. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main
dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda
tidak berkata kecuali yang benar saja.
Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,
"Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta", katanya.
"Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta", kata Rasulullah SAW.
"Ia tidak mampu", kata perempuan itu.
"Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta".
"Ia tidak mampu".
Para sahabat yang berada di situ berkata,
"bukankah unta itu juga anak unta?"
Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".
"Semoga suamimu yang dalam matanya putih", kata Rasulullah SAW.
Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya.
Suaminya bertanya dengan keheranan, "kenapa kamu ini?".
"Rasulullah memberitahu bahawa dalam matamu putih", kata isterinya
menerangkan. "Bukankah semua mata ada warna putih?" kata suaminya.
Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam
syurga". "Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua".
Perempuan itu lalu menangis.
Rasulullah menjelaskan, "tidakkah kamu membaca firman Allah ini,
Serta kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa, serta
kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang
tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya".
Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka
bagai gunung yang teguh. Na'im adalah seorang sahabat yang paling suka
bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya,
Rasulullah turut tersenyum.
Monday, November 30, 2009
Sunday, November 29, 2009
FATHIMAH AZ-ZAHRA RHA DAN GILINGAN GANDUM
Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah azzahra rha.Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian)dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fathimah rha. berkata, "ayahanda,penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis". Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah rha.melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah".Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.
Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya,kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun nescaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (ertinya)
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yangdititahkan".
Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk kedalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.
Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, nescaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa darjat. Ya Fathimah, perempuan manayang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu darjat.
Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.
Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.
Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telahmengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakartulmautnya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".
Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya,kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun nescaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (ertinya)
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yangdititahkan".
Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk kedalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.
Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, nescaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa darjat. Ya Fathimah, perempuan manayang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu darjat.
Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.
Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.
Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telahmengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakartulmautnya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".
Saturday, November 28, 2009
Hari Raya Korban
Assalamualaikum,
Segala puji bagi ALLAH SWT,junjungan besar Nabi MUHAMMAD SAW..keluarga serta sahabat Baginda.Hari Raya Aidiladha tahun ni aku merasai sekali lagi,seperti tahun2 yg sebelumnya.Walaupon bangkit lewat kerana mlm sebelumnya aktiviti sukan bersama kengkawan (maklumlah org tade kampung,manakan tidak?org kampung sume da duduk pekan..hehe).
Bangun selewat 10 pagi,cuci muka dan sebagainya ;p ...then terus ke dapur,dgn menu 'Nasi Tomato'..aku masak?mmg tak ar.aku tlg potong2 jer.ketua dapur telah di serahkan kepada boy (abg)..aku ngan maya tukang tolong n tukang semak..huhu..mommy mcm biasalah..ada je keje yg di buatnya...aku bersyukur kerana masih lg mempunyai persekitaran kekeluargaan.dan aku sangat BANGGA!walaupon tk semeriah dulu,tapi tu sume tak mematahkan semangat aku utk enjoy the moment.
Byk yg bermain di kepala..ada beberapa sahabat mencadangkan aku utk menghasilkan 'novel'..aku ketawa besar di akhiri dgn senyuman sinis..kalau nk jd novelis ni mmg tk kaya la..especially kt malaysia..tetapi bkn kekayaan yg aku inginkan..tapi Kepuasan berkarya.Kepada para sahabat yg confirm baca blog aku ni..relax2 la ye..aku bkn seorg manusia yg penuh dgn idea.But maybe..1 sweet day :-)
Entry aku kali ni santai2 dan biasa2 je...dan seperti biasa..aku selalu mendoakan agar seisi alam semesta berbahagia!
Have a great weekend guys! :-)
Regards,
Cik Nad
Segala puji bagi ALLAH SWT,junjungan besar Nabi MUHAMMAD SAW..keluarga serta sahabat Baginda.Hari Raya Aidiladha tahun ni aku merasai sekali lagi,seperti tahun2 yg sebelumnya.Walaupon bangkit lewat kerana mlm sebelumnya aktiviti sukan bersama kengkawan (maklumlah org tade kampung,manakan tidak?org kampung sume da duduk pekan..hehe).
Bangun selewat 10 pagi,cuci muka dan sebagainya ;p ...then terus ke dapur,dgn menu 'Nasi Tomato'..aku masak?mmg tak ar.aku tlg potong2 jer.ketua dapur telah di serahkan kepada boy (abg)..aku ngan maya tukang tolong n tukang semak..huhu..mommy mcm biasalah..ada je keje yg di buatnya...aku bersyukur kerana masih lg mempunyai persekitaran kekeluargaan.dan aku sangat BANGGA!walaupon tk semeriah dulu,tapi tu sume tak mematahkan semangat aku utk enjoy the moment.
Byk yg bermain di kepala..ada beberapa sahabat mencadangkan aku utk menghasilkan 'novel'..aku ketawa besar di akhiri dgn senyuman sinis..kalau nk jd novelis ni mmg tk kaya la..especially kt malaysia..tetapi bkn kekayaan yg aku inginkan..tapi Kepuasan berkarya.Kepada para sahabat yg confirm baca blog aku ni..relax2 la ye..aku bkn seorg manusia yg penuh dgn idea.But maybe..1 sweet day :-)
Entry aku kali ni santai2 dan biasa2 je...dan seperti biasa..aku selalu mendoakan agar seisi alam semesta berbahagia!
Have a great weekend guys! :-)
Regards,
Cik Nad
Thursday, November 26, 2009
Jodoh di Syurga
Bersumber dari Raja’ bin Umar An-Nakha’i, dia pernah bercerita: “Dahulu di kota Kufah tinggallah seorang pemuda tampan rupawan yang tekun dan rajin beribadat, dan dia termasuk salah seorang ahli zuhud. Suatu hari pemuda itu singgah di kalangan kaum An-Nakha’ dan di sana dia bertemu dengan seorang gadis yang cantik. Sejak melihatnya pertama kali, dia pun jatuh hati dan tergila-gila oleh kecantikannya. Demikian juga si gadis yang merasakan hal serupa sejak pertama melihat pemuda itu. Si pemuda lalu mengutus seseorang untuk meminangnya, tetapi ternyata gadis tersebut telah dipertunangkan dengan putera bapa saudaranya.
Mendengar keterangan ayah si gadis itu, mereka berdua menahan beban cinta yang sangat berat. Si gadis tadi kemudian mengutus seorang hambanya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya: “Aku tahu betapa engkau sangat mencintaiku, dan kerananya, betapa besar penderitaanku terhadap dirimu sekalipun cintaku tetap untukmu. Seandainya engkau berkenan, aku akan datang berkunjung ke rumahmu atau aku akan memberikan kemudahan kepadamu bila engkau mahu datang ke rumahku.”
Setelah membaca isi surat tersebut, si pemuda kacak itu pun berkata kepada utusan wanita pujaan hatinya, “Kedua tawaran itu tidak ada satu pun yang kupilih! Sesungguhnya aku takut akan seksaan hari yang besar bila aku sampai derhaka kepada Tuhanku. Aku juga takut akan neraka yang api dan jilatannya tidak pernah surut dan padam.”
Pulanglah utusan kekasihnya itu dan dia pun menyampaikan segala yang disampaikan oleh pemuda itu. Si gadis lalu berkata, “Selamanya aku belum pernah menemui seorang yang zuhud dan selalu takut kepada Allah SWT seperti dia. Demi Allah, tidak seorang pun yang layak mendapatkan gelaran kemuliaan kecuali dia, sedangkan kebanyakan orang adalah munafik.”
Setelah berkata demikian, gadis itu lalu melepas segala urusan duniawinya serta membuang jauh-jauh segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Dia pun memakai pakaian dari tenunan kasar dan sejak itu tekun beribadat, sementara hatinya merana, badannya juga kurus oleh beban cintanya yang besar kepada pemuda yang dicintainya. Dan kerinduannya yang mendalam menyelimuti sepanjang hidupnya hingga akhir hayatnya.
Setelah gadis itu meninggal dunia, sang pemuda sering pula berziarah ke makamnya. Pada suatu ketika dia bermimpi seakan-akan melihat kekasihnya dalam keadaan yang sangat menyenangkan. Pemuda itu pun bertanya, “Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setelah berpisah denganku?”
Gadis kekasihnya itu menjawab dengan menyenandungkan untaian syair:
Kasih...
cinta yang terindah adalah mencintaimu,
sebuah cinta yang membawa kepada kebajikan.
Cinta yang indah hingga angin syurga berasa malu
burung syurga menjauh dan malaikat menutup pintu.
Mendengar penuturan kekasihnya itu, pemuda tersebut lalu bertanya kepadanya,
“Di mana engkau berada?”
Kekasihnya menjawab dengan melantunkan syair: Aku berada dalam kenikmatan dan kehidupan yang tiada mungkin berakhir berada dalam syurga abadi yang dijaga oleh para malaikat yang tidak mungkin binasa yang akan menunggu ketibaanmu, wahai kekasih
Pemuda itu kembali berkata kepada kekasihnya, “Di sana aku mohon agar engkau selalu mengingatiku dan sebaliknya aku pun tidak dapat melupakanmu!”
“Dan demi Allah, aku juga tidak akan melupakan dirimu. Sungguh, aku telah memohon untukmu kepada Tuhanku juga Tuhanmu dengan kesungguhan hati, sehingga Allah berkenan memberikan pertolongan kepadaku!” jawab gadis kekasihnya itu.
Pemuda itu kembali berkata kepadanya,
“Bila aku dapat melihatmu kembali?”
“Tak lama lagi engkau akan datang menyusulku kemari,” jawab kekasihnya.
Tujuh hari sejak pemuda itu bermimpi bertemu dengan kekasihnya, ia meninggal dunia. Semoga Allah sentiasa mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mereka berdua dan mempertemukannya kembali di syurga.
Mendengar keterangan ayah si gadis itu, mereka berdua menahan beban cinta yang sangat berat. Si gadis tadi kemudian mengutus seorang hambanya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya: “Aku tahu betapa engkau sangat mencintaiku, dan kerananya, betapa besar penderitaanku terhadap dirimu sekalipun cintaku tetap untukmu. Seandainya engkau berkenan, aku akan datang berkunjung ke rumahmu atau aku akan memberikan kemudahan kepadamu bila engkau mahu datang ke rumahku.”
Setelah membaca isi surat tersebut, si pemuda kacak itu pun berkata kepada utusan wanita pujaan hatinya, “Kedua tawaran itu tidak ada satu pun yang kupilih! Sesungguhnya aku takut akan seksaan hari yang besar bila aku sampai derhaka kepada Tuhanku. Aku juga takut akan neraka yang api dan jilatannya tidak pernah surut dan padam.”
Pulanglah utusan kekasihnya itu dan dia pun menyampaikan segala yang disampaikan oleh pemuda itu. Si gadis lalu berkata, “Selamanya aku belum pernah menemui seorang yang zuhud dan selalu takut kepada Allah SWT seperti dia. Demi Allah, tidak seorang pun yang layak mendapatkan gelaran kemuliaan kecuali dia, sedangkan kebanyakan orang adalah munafik.”
Setelah berkata demikian, gadis itu lalu melepas segala urusan duniawinya serta membuang jauh-jauh segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Dia pun memakai pakaian dari tenunan kasar dan sejak itu tekun beribadat, sementara hatinya merana, badannya juga kurus oleh beban cintanya yang besar kepada pemuda yang dicintainya. Dan kerinduannya yang mendalam menyelimuti sepanjang hidupnya hingga akhir hayatnya.
Setelah gadis itu meninggal dunia, sang pemuda sering pula berziarah ke makamnya. Pada suatu ketika dia bermimpi seakan-akan melihat kekasihnya dalam keadaan yang sangat menyenangkan. Pemuda itu pun bertanya, “Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setelah berpisah denganku?”
Gadis kekasihnya itu menjawab dengan menyenandungkan untaian syair:
Kasih...
cinta yang terindah adalah mencintaimu,
sebuah cinta yang membawa kepada kebajikan.
Cinta yang indah hingga angin syurga berasa malu
burung syurga menjauh dan malaikat menutup pintu.
Mendengar penuturan kekasihnya itu, pemuda tersebut lalu bertanya kepadanya,
“Di mana engkau berada?”
Kekasihnya menjawab dengan melantunkan syair: Aku berada dalam kenikmatan dan kehidupan yang tiada mungkin berakhir berada dalam syurga abadi yang dijaga oleh para malaikat yang tidak mungkin binasa yang akan menunggu ketibaanmu, wahai kekasih
Pemuda itu kembali berkata kepada kekasihnya, “Di sana aku mohon agar engkau selalu mengingatiku dan sebaliknya aku pun tidak dapat melupakanmu!”
“Dan demi Allah, aku juga tidak akan melupakan dirimu. Sungguh, aku telah memohon untukmu kepada Tuhanku juga Tuhanmu dengan kesungguhan hati, sehingga Allah berkenan memberikan pertolongan kepadaku!” jawab gadis kekasihnya itu.
Pemuda itu kembali berkata kepadanya,
“Bila aku dapat melihatmu kembali?”
“Tak lama lagi engkau akan datang menyusulku kemari,” jawab kekasihnya.
Tujuh hari sejak pemuda itu bermimpi bertemu dengan kekasihnya, ia meninggal dunia. Semoga Allah sentiasa mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mereka berdua dan mempertemukannya kembali di syurga.
Wednesday, November 25, 2009
RELA MASUK KE DALAM NERAKA
Nabi Musa AS suatu hari sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya.
Nabi Musa AS melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih
dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa AS
kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah
itu bertanya kepada Nabi Musa AS, Wahai Musa AS aku telah beribadah
kepada Allah SWT selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa. Di
manakah Allah SWT akan meletakkanku di SyurgaNya?. Tolong sampaikan
pertanyaanku ini kepada Allah. Nabi Musa AS mengabulkan permintaan
orang itu. Nabi Musa AS kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT
agar Allah SWT memberitahukan kepadanya di mana umatnya ini akan
ditempatkan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepadanya bahawa
Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam". Nabi Musa
AS kemudian mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah
difirmankan Allah SWT kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan
sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa AS. Malamnya ahli ibadah itu terus
berfikir mengenai keadaan dirinya. Ia juga mulai terfikir bagai mana dengan
keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru
beribadah selama 200 tahun, 300 tahun, dan mereka yang belum beribadah
sebanyak dirinya, di mana lagi tempat mereka kelak di akhirat.
Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa AS kembali. Ia kemudian berkata
kepada Nabi Musa AS, "Wahai Musa AS, aku rela Allah SWT memasukkan
aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku
mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka
jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka
tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke
dalamnya". Nabi Musa AS menyampaikan permohonan orang itu kepada
Allah SWT. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS
maka Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepada
umatmu itu bahawa sekarang Aku akan menempatkannya di SyurgaKu yang
paling tinggi".
Nabi Musa AS melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih
dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa AS
kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah
itu bertanya kepada Nabi Musa AS, Wahai Musa AS aku telah beribadah
kepada Allah SWT selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa. Di
manakah Allah SWT akan meletakkanku di SyurgaNya?. Tolong sampaikan
pertanyaanku ini kepada Allah. Nabi Musa AS mengabulkan permintaan
orang itu. Nabi Musa AS kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT
agar Allah SWT memberitahukan kepadanya di mana umatnya ini akan
ditempatkan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepadanya bahawa
Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam". Nabi Musa
AS kemudian mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah
difirmankan Allah SWT kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan
sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa AS. Malamnya ahli ibadah itu terus
berfikir mengenai keadaan dirinya. Ia juga mulai terfikir bagai mana dengan
keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru
beribadah selama 200 tahun, 300 tahun, dan mereka yang belum beribadah
sebanyak dirinya, di mana lagi tempat mereka kelak di akhirat.
Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa AS kembali. Ia kemudian berkata
kepada Nabi Musa AS, "Wahai Musa AS, aku rela Allah SWT memasukkan
aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku
mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka
jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka
tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke
dalamnya". Nabi Musa AS menyampaikan permohonan orang itu kepada
Allah SWT. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS
maka Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepada
umatmu itu bahawa sekarang Aku akan menempatkannya di SyurgaKu yang
paling tinggi".
Tuesday, November 24, 2009
Mutiara Kata
~ " Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya.Namun demikian,janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati... " ~
~ " Jangan engkau bersahabat dengan sahabat yang mana dia begitu berharap kepada engkau ketika mahu menyelesaikan masalahnya sahaja sedangkan apabila masalah atau hajatnya telah selesai maka dia memutuskan kemanisan persahabatan.Bersahabatlah dengan mereka yang mempunyai ketinggian dalam melakukan kebaikan,memenuhi janji dalam perkara yang benar,memberi pertolongan kepada engkau serta memadai dengan amanahnya atau sikap bertanggungjawabnya terhadap engkau... " ~
~ " Jangan engkau bersahabat dengan sahabat yang mana dia begitu berharap kepada engkau ketika mahu menyelesaikan masalahnya sahaja sedangkan apabila masalah atau hajatnya telah selesai maka dia memutuskan kemanisan persahabatan.Bersahabatlah dengan mereka yang mempunyai ketinggian dalam melakukan kebaikan,memenuhi janji dalam perkara yang benar,memberi pertolongan kepada engkau serta memadai dengan amanahnya atau sikap bertanggungjawabnya terhadap engkau... " ~
Gadis Penggoda
Sulaiman bin Yasir adalah seorang lelaki gagah dan tampan. Suatu hari, ia bersama seorang kawannya berniat pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Di suatu tempat, singgahlah mereka untuk berehat dengan mendirikan khemah. Dia tinggal di khemah sementara kawannya pergi berbelanja.
Dalam keadaan dia bersendirian di khemah, tiba-tiba muncul di hadapan Sulaiman seorang wanita cantik, seraya berkata: “Beri saya....”
Segera Sulaiman berganjak mengambil makanan, lalu diberikannya kepada wanita itu. Tetapi alangkah terkejutnya Sulaiman atas jawaban wanita itu: “Saya tidak menginginkan makanan. Saya inginkan bahagian dari lelaki yang biasa ia berikan kepada isterinya.”
Mendengar itu Sulaiman tersentak. Lalu ia berkata, “Engkau telah dipersiapkan iblis untuk menggodaku.” Betapa gelisahnya hati Sulaiman. Ia menunduk dan meletakkan kepalanya antara dua lutut sambil menangis. Melihat keadaan demikian, gadis penggoda itu segera beredar meninggalkan Sulaiman. Tak lama kemudian terdengar langkah temannya datang. Mata sembab Sulaiman belum sempat terhapus.
“Ada apakah gerangan wahai Sulaiman?” tanyanya.
“Aku teringat puteriku,” kata Sulaiman cuba berbohong.
“Tidak mungkin. Demi Allah, engkau pasti menyembunyikan sesuatu,” bujuk si teman. Kerana didesak terus, akhirnya Sulaiman menceritakan kejadian yang baru saja berlaku. Aneh, temannya yang mendengar cerita itu malah menangis terisak-isak. Sulaiman hairan dan tertanya-tanya.
“Mengapa engkau pula yang menangis?” tanya Sulaiman.
“Saya lebih layak menangis daripada engkau. Saya berfikir bahawa seandainya sayalah yang mendapat cubaan itu, seandainya sayalah yang berada di khemah ketika itu, entah apa yang terjadi,” ucapnya.
Kemudian sampailah Sulaiman di kota Makkah, bertawaf dan bersa’i di Kaabah. Ketika telah letih dan lelah, ia berbaring di sudut ruangan berselimutkan pakaiannya sendiri. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu lelaki tampan, wangi pula baunya. Ia berkata kepada lelaki itu: “Siapakah Tuan? Semoga tuan mendapat curahan rahmat.”
“Aku Nabi Yusuf As-Siddiq,” jawabnya.
“Sungguh, engkau mengagumkan wahai Nabi.... Engkau menang melawan godaan isteri Tuanmu,” kata Sulaiman.
“Sesungguhnya keteguhan engkau terhadap rayuan gadis itu mengagumkan pula!” Jawab Yusuf dalam mimpi itu.
Mimpinya itu menandakan bahawa Sulaiman akan dikumpulkan bersama-sama Nabi Yusuf yang berjaya menolak godaan wanita cantik.
Dalam keadaan dia bersendirian di khemah, tiba-tiba muncul di hadapan Sulaiman seorang wanita cantik, seraya berkata: “Beri saya....”
Segera Sulaiman berganjak mengambil makanan, lalu diberikannya kepada wanita itu. Tetapi alangkah terkejutnya Sulaiman atas jawaban wanita itu: “Saya tidak menginginkan makanan. Saya inginkan bahagian dari lelaki yang biasa ia berikan kepada isterinya.”
Mendengar itu Sulaiman tersentak. Lalu ia berkata, “Engkau telah dipersiapkan iblis untuk menggodaku.” Betapa gelisahnya hati Sulaiman. Ia menunduk dan meletakkan kepalanya antara dua lutut sambil menangis. Melihat keadaan demikian, gadis penggoda itu segera beredar meninggalkan Sulaiman. Tak lama kemudian terdengar langkah temannya datang. Mata sembab Sulaiman belum sempat terhapus.
“Ada apakah gerangan wahai Sulaiman?” tanyanya.
“Aku teringat puteriku,” kata Sulaiman cuba berbohong.
“Tidak mungkin. Demi Allah, engkau pasti menyembunyikan sesuatu,” bujuk si teman. Kerana didesak terus, akhirnya Sulaiman menceritakan kejadian yang baru saja berlaku. Aneh, temannya yang mendengar cerita itu malah menangis terisak-isak. Sulaiman hairan dan tertanya-tanya.
“Mengapa engkau pula yang menangis?” tanya Sulaiman.
“Saya lebih layak menangis daripada engkau. Saya berfikir bahawa seandainya sayalah yang mendapat cubaan itu, seandainya sayalah yang berada di khemah ketika itu, entah apa yang terjadi,” ucapnya.
Kemudian sampailah Sulaiman di kota Makkah, bertawaf dan bersa’i di Kaabah. Ketika telah letih dan lelah, ia berbaring di sudut ruangan berselimutkan pakaiannya sendiri. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu lelaki tampan, wangi pula baunya. Ia berkata kepada lelaki itu: “Siapakah Tuan? Semoga tuan mendapat curahan rahmat.”
“Aku Nabi Yusuf As-Siddiq,” jawabnya.
“Sungguh, engkau mengagumkan wahai Nabi.... Engkau menang melawan godaan isteri Tuanmu,” kata Sulaiman.
“Sesungguhnya keteguhan engkau terhadap rayuan gadis itu mengagumkan pula!” Jawab Yusuf dalam mimpi itu.
Mimpinya itu menandakan bahawa Sulaiman akan dikumpulkan bersama-sama Nabi Yusuf yang berjaya menolak godaan wanita cantik.
Subscribe to:
Posts (Atom)