Thursday, February 18, 2010

UNTA MENJADI HAKIM

Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang
Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari
golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orang
Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu
kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit
seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahawa sesungguhnya
aku tidak mencuri unta itu."

Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, "Wahai Rasulullah,
sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari
unta ini."

Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah
engkau ini ?"

Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai
Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi
itu adalah dusta."

Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang
Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah
Taala menjadikan unta ini dapat bercakap perkara yang benar."
Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam
sehingga lebih dahulu aku membaca selawat ke atas engkau sepuluh kali."
Rasulullah s.a.w bersabda,

"Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat
juga dari seksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau
membaca selawat untukku."

Memang membaca selawat itu sangat digalakkan oleh agama sebab pahalapahalanya
sangat tinggi di sisi Allah. Lagi pula boleh melindungi diri dari
segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti.
Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu
mendapat perlindungan daripada Allah melalui seekor unta yang
menghakimkannya.

No comments: